September 24, 2021

Gina Classics

Gina Classic Blog

Kronologi Kecelakaan Maut Tewaskan 5 Orang di Puncak, Diduga Sopir Truk Belum Mahir Ngerem

Siapa yang menyangka, niatan berlibur ke Puncak Bogor, malah terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Puncak, Bogor pada Sabtu (17/10/2020) dini hari. Hal ini dialami oleh rombongan karyawan mobil Grandmax asal Depok yang turut tertabrak dalam kecelakaan beruntun di kawasan Kampung Sampay, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua. Sang sopir, Ganesha (40) menceritakan bahwa Jumat (16/10/2020) malam jelang hari liburan dia bersama karyawan lainnya menggelar meeting perusahaan.

Berniat melepas penat bersama setelah meeting di hari libur keesokan harinya, sebanyak lima orang karyawan ini bertolak ke Puncak Bogor malam itu juga. "Dari Depok, mau ke atas, Attaawun mau makan. Kita rombongan satu pekerjaan. Kita Abis meeting, mengenai acara," kata Ganesha kepada wartawan di RSUD Ciawi, Sabtu (17/10/2020). Di tengah perjalanan, mobil yang dikemudikan Ganesha berhenti sementara karena salah satu rekannya hendak membeli rokok.

Tidak ada yang mengira, lokasi bahu jalan tempat mobil Grandmax berhenti ini ternyata tepat jadi lokasi kecelakaan maut. Beberapa saat setelah rekannya turun dari mobil untuk membeli rokok ke warung, kemudian kecelakaan terjadi. "Mobil saya ke pinggir, lagi beli rokok. Di dalam mobil berlima tapi yang satu turun beli rokok. Tiba tiba ada truk itu ambil jalur kanan, dia nabrak nabrak," katanya.

Ganesha menjelaskan bahwa truk tersebut melaju turun dari arah Puncak ke bawah yang mana kondisinya dipadati kendaraan. Sedangkan lajur sebaliknya yang dia lalui ke arah Puncak dalam kondisi lengang. Truk tersebut, kata dia, memotong lajur ke kanan hingga melaju melawan arus.

Lanjut Ganesha, kecelakaan itu terjadi begitu cepat. "Saya gak lihat secara persis. Pas terakhir mobil saya ketabrak, mobil saya keseret. Pokoknya kejadiannya sangat cepet lah, detik, bruk bruk bruk udah, diadu mobil saya," katanya. Saat tertabrak dan terseret, Ganesha berusaha mengendalikan laju mobil meski dalam kondisi panik.

Dia juga mengaku mencoba dengan melepas rem agar mobilnya tidak ikut terhimpit truk yang terus melaju ke arah beton pinggir jalan. "Itu karena dorong saya terus, sengaja saya loss rem, ikutin, saya banting (stir) ke kanan, dia (truk) ke tembok. Kalau gak (banting stir), saya kedempet ke tembok," terang Ganesha. Beruntung semua rekannya yang di dalam mobil hanya mengalami luka luka dalam kecelakaan tersebut.

Ganesha juga tidak sempat memperhatikan korban yang yang lain kecuali melihat situasi mengerikan yakni pemotor N Max yang tertabrak dan terseret tepat di depannya saat kejadian itu. Pengendara motor N Max ini diketahui pemuda usia 18 tahun asal Tangerang yang mana dia meninggal dunia di tempat kejadian dan merupakan salah satu dari 5 korban tewas dalam kecelakaan maut ini. "Saya hanya lihat yang N Max persis di depan saya itu kejadiannya, kena, langsung, keseret," ungkapnya.

Kasat Lantas Polres BogorAKPFitraZuandamenjelaskan bahwa sopir truk penyebab kecelakaan maut beruntun di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua,KabupatenBogorSabtu (17/10/2020) dinihari lalu tidak memilikiSuratIzinMengemudi(SIM). Sopir tersebut diketahui berinisial EH (29) asal Cianjur yang juga turut menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan maut ini. "Betul, kita identifikasi kelaikan pengemudi, pengemudi tidak ada SIM," kataAKPFitraZuandakepada wartawan, Senin (18/10/2020).

Penyebab kecelakaan beruntun ini sementara terjadi diduga karena sopir truk kurang mahir dalam mengoperasikam rem kendaraannya. Fitra menuturkan terkait faktor lain apakah sopir dalam keadaan mabuk atau tidak atau apakah adanya kelebihan muatan truk sementara ini masih belum dipastikan. "Belum sampai sana, kita masih lakukan penyelidikan," ungkap Fitra Zuanda.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan beruntun terjadi di kawasan Puncak tepatnya di Jalan Raya Puncak, Kampung Sampay, RT 3/2, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua,KabupatenBogor, Sabtu (17/10/2020). Sebanyak 5 orang tewas dalam kecelakaan beruntun ini. Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fitra Zuanda mengatakan kecelakaan maut bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB tengah malam menjelang dini hari.

Diduga kendaraan truk nomer polisi B 9978 UDF yang dikendarai seorang sopir berinisial EH mengalami rem blong. Akibatnya truk tersebur menabrak tiga kendaraan sepeda motor dan satu unit minibus. "Jadi mulanya, sebuah kendaraan jenis Truk melaju melintasi jalan turunan panjang dari arah Puncak menuju Bogor, rupanya rem kendaraan Truk tidak berfungsi dengan baik," katanya.

Akibatnya truk bergerak melaku ke lajur kanan dan menabrak tiga kendaraan sepeda motor dan satu mobil, merk Honda Vario No. Pol. A 3220 ZV yang dikendarai oleh SA (19) dengan Penumpang NSA (19) asal Tangerang, sedangkan. Sepeda motor Yamaha Nmax A 2425 VD, yang dikendarai oleh C (18) dengan penumpang DWY (21) asal Tangerang dan sepeda motor Honda Beat No B 6871 COT, yang dikendarai oleh N (17) dan menabrak mobil Daihatsu Grandmax No. Pol. B 1959 ZKH yang dikendarai oleh G (40) dengan membawa tiga penumpang dengan inisial HP (38) RA (38), NB (Peremuan, (32) asal Kota Depok. Saat kejadian polisi langsung menuju lokasi dini jari tadi selanjutnya pagi tadi pihak kepolisian melakukan olah TKP.

Akibat peristiwa tersebut lima orang korban kecelakaan meninggal dunia dengan inisial SA, NSA,C, DWY,EH dan tujuh orang korban mengalami luka luka dengan insial DR, R,G,HP,RA,NB,N. “Hasil pemeriksaan kami di TKP kendaraan Truk Isuzu yang menabrak tersebut mengalami rem blong, namun kami masih melakukan pengembangan penyelidikan terkait kejadian kecelakaan lalu lintas ini," ujarnya.