May 15, 2021

Gina Classics

Gina Classic Blog

Riset OJK, 51,1 Persen Pendapatan Milenial Habis untuk Kebutuhan Bulanan

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kristianti Puji Rahayu menilai, literasi keuangan di kalangan milenial saat ini masih terbilang rendah. Riset dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, kalangan milenial usia 18 25 tahun hanya memiliki tingkat literasi sebesar 32,1 persen, sedangkan usia 25 35 tahun memiliki tingkat literasi sebesar 33,5 persen. "Kalau lihat hasil survey ini, gapnya masih tinggi," ujar Kristianti dalam webinar bertajuk Edukasi Literasi Finansial untuk Generasi Muda, Rabu (2/12/2020).

Menurutnya, masih banyak milenial yang rentan secara finansial. "Milenial rentan karena minim persiapan dan kemampuan pengelolaan keuangan di antaranya, hanya 10,7 persen dari pendapatan yang ditabung oleh milenial. Lalu hanya 35,1 persen milenial memiliki rumah sendiri.

Sedangkan, 51,1 persen pendapatan milenial habis untuk kebutuhan bulanan," tukasnya. Wealth Advisory Head Citibank Indonesia Emilllya Soesanto menambahkan, setidaknya ada empat kategori investasi yang bisa jadi pilihan. Dia membeberkan, imbal hasil (return) selama 10 tahun terakhir ini, rata rata return per aset investasi meliputi IHSG sebesar 9,76 persen, obligasi 8,17 persen, emas 6,7 persen dan deposito 6,31 persen.

"Prosesnya memang grade by grade. Investasi apa yg tepat untuk memulai, untuk milenial ini, basicnya ada 2 obligasi dan reksadana," katanya. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.